Puisi Lagi. Demen Puisi... Tapi koรจn Sukma beh. ๐๐๐
Kulihat senja merambat perlahan
Sosok malam datang mencengkram bumi.
Masa silih berganti berputar bak roda pedati..
Ku tahu Tuhan,... malam dan siang tak pernah beriringan atau berdampingan
Siang beredar di lintasan edarnya begitu juga malam.
Atas kuasa mu betapa rendahnya diriku.
Betapa hina dan kurangnya daku di hadapan Engkau yang maha sempurna.
Tuhan ini bukan ratapan
Pada tembok yg seperti..... Seperti mereka lakukan...
Tuhan,.. ini lantunan doa-doa di lubuk hati lewat puisi
Wahai yang Maha indah
Ku tak mengharapkan kau sempurna kan aku,
Karna ku tahu tak ada yang serpurna di alam fana ini
Wahai sang pencipta hamparan maya pada.
Sujud ku untuk mu dalam syukurku.
Tanpa Mu aku tak berarti...
Syukurku atas bidadari yg engkau kirimkan untukku.
Ketabahan nya meluluhkan congkakku.
Kini kusadari ia bak intan berkilau.
Yang kini ku sepuh jadi dua permata.
Kini permata-permata itu adalah semangat hudupku.
Wahai yang maha melindungi.
Lindungungi kami dari kekhilafan.
Bimbinglah kami hingga akhir hayat kami.
Kuatkan kami dalam cobaan.
Beri kekuatan dalam mempertahankan biduk bahtera cinta kami.๐๐