Describing Myself | Melukiskan Diriku Sendiri (ENG - INA)

in esteem •  7 years ago 

source

Describing Myself

(This writing is based on the experience of my inner travel story only)

Feels so easy ...

When describing or drawing myself, it does not take so long.

It does not require a lot of body energy and does not require the use of great mind energy.

I'm so proud to see my own paintings.

So long I was amazed and amazed by the paintings of my work.

source

And...
I am very fluent in explaining who I am to others.

There was a tremendous sense of pride in myself, especially when I saw other people so fascinated by the explanatory material I was conveying.

However...
in fact I have made many mistakes.

In fact...
I have been fooled by pride in myself.

I am too impressed with something that I can only see very little.

In fact, I forgot that there is still so much I can not see.

There are still too many more that I can not yet see.

In fact ...
the job of describing or describing myself is an easy job.

Just a little of my face I can see.

Meanwhile, others people are able to see me more whole than just my face.

So, naturally and supposedly if others I use as a reflection of my life.

Not myself I use as a reflection of my life.

Others who have a clearer, more flat glass mirror that should be a reflection of my life.

source

Melukiskan Diri Sendiri

Terasa begitu mudah...

Ketika menggambarkan atau melukiskan diriku sendiri , tidak membutuhkan waktu yang begitu lama.

Tidak membutuhkan energi tubuh yang banyak dan tidak memerlukan mengunakan energi pikiran yang besar.

Aku begitu bangga melihat hasil karya lukisan wajahku sendiri.

Begitu lama aku terkesima dan terkagum-kagum dengan lukisan hasil dari karya aku.

Dan...
aku sangat lancar dalam menjelaskan tentang siapa diriku pada orang lain.

Ada rasa bangga yang luar biasa terhadap diriku sendiri, apalagi ketika aku melihat orang lain begitu terkesima terhadap materi penjelasan yang aku sampaikan.

Akan tetapi...
pada kenyataannya aku telah berbuat banyak kekeliruan.

Sebenarnya...
aku telah tertipu oleh rasa bangga pada diri sendiri.

Aku begitu terkesima dengan sesuatu yang hanya sedikit dapat kulihat.

Padahal, aku lupa bahwa masih banyak sekali yang belum dapat kulihat.

Bahkan masih terlalu banyak lagi yang belum pasti dapat kulihat.

Kenyataannya...
pekerjaan menggambarkan atau melukiskan diriku sendiri adalah pekerjaan yang tidak mudah.

Hanya sedikit dari wajahku yang dapat kulihat.

Sementara, orang lain mampu melihatku lebih utuh bukan hanya sekedar wajah.

Maka, sewajarnya dan seharusnya jika orang lain aku pergunakan sebagai cerminan hidupku.

Bukan diriku sendiri aku pergunakan sebagai cerminan hidupku.

Orang lain memiliki kaca cermin yang lebih bening dan lebih datar seharusnya menjadi cerminan hidupku.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!