Sahabat semuanya, semoga sehat dan tetap nyaman.
Tulisan ini sekedar untuk berbagi pengalaman saja dari apa yang dirasakan seorang steemians. Dalam bincang-bincang di sebuah warung kopi, beliau berbagi pengalaman dengan saya, apa yang dirasakan dan dilakukan sejak bergabung di steemit.

Pak, steemit itu membuat saya berubah katanya, apanya yang berubah? Jawab saya. Kebiasaan, jawabnya lagi. Bagus kata saya. Bukan pak, sejak menjadi steemians saya mengalami perubahan kebiasaan yang luar biasa, jika sehari saya tidak melihat steemit seperti ada yang kurang. Apakah ini yang namanya kecanduan atau jangan-jangan steemit itu seperti Judi, membuat kita kecanduan sehingga kita melupakan yang lain. Waduh bahaya kamu, jawab saya.
Sepenggal dialog diataslah yang membuat saya menulis postingan ini, pertama untuk mengingatkan saya sendiri dan juga sahabat-sahabat semuanya. Supaya kita dapat memisahkan antara steemit, judi dan kehidupan normal. Mungkin kita juga merasakan hal yang sama sebagaimana di sampaikan sahabat saya tadi, tetapi karena ini keinginan maka terkadang kita mengganggab hal biasa atau normal.
Kita sadar, kehadiran steemit di tengah-tengah kita memberikan perubahan social yang luar biasa, komunikasi, silaturrahmi terbangun dengan adanya komunitas. Persahabatan bertambah dan lain sebagainya.
Sebenarnya dalam pengamatan saya, steemian itu menjadikan steemit sebagai :
- Hobby
Mereka masuk ke Steemit karena Hobby, Hobby tentu didukung oleh kemampuan ilmu dan kemampuan materi, bagi mereka steemit adalah tempat pelampiasan hobby. Jadi mereka akan tetap enjoy dan mencari cara agar tetap eksis di steemit. Mereka memiliki pengetahuan dan pekerjaan yang layak. Terkadang diwaktu senggang saja menjalankan steemit. Mereka bermain di steemit untuk mencari reputasi dan persahabatan. Uang dijadika urutan kedua. Ide-ide tulisan didapatkan dari hasil belajar dan pengalaman bekerja. Sehingga bagi mereka postingan bukan beban. - Sumber Penghasilan
Bagi mereka yang menjadikan steemit sebagai sumber penghasilan, maka ini patut dipertanyakan kembali, karena ketika anda berubah niat dan salah menjalankannya maka steemit ini akan berubah menjadi ajang judi. Anda akan berharap Vote, anda akan lalai dari kebiasaan-kebiasaan anda. Anda rela menomorduakan tanggung jawab utama demi mengejar vote. Istilah kawan saya, rela bangun tengah malam atau begadang demi vote dari pada sholat tahajjud. Siang jadi malam dan malam jadi siang. Inilah fenomena yang dikhawatirkan kawan saya tadi.
Jadi bagaimana kita menyikapi persoalan ini?. Saran saya adalah belajar mengenali dengan baik. Lihatlah postingan-postingan para curator atau orang-orang yang memiliki reputasi tinggi. Kenapa mereka selalu tulisannya Update, selalu ada dan banyak. Sementara kita satu saja sehari agak berat dan kadang apa adanya.
Saya mempelajari 2 widness luar negeri dengan reputasi diatas 70 selama 2 bulan. Mempelajari setiap postingannya dan kebiasaanya. Setiap hari dia mengeluarkan 3 dan 4 postingan dan selalu ada. Dari mana mereka dapat ide itu setiap hari?. Jawaban yang saya dapatkan: yang satu membuat tulisan tentang keadaan keseharian yang dia lakukan dan satu lagi yang luar biasa, dia membuat 3 postingan secara continue dengan tema yang berbeda. Setelah saya pelajari profilnya ia seorang pekerja propesional di bidang eletrical, penulis novel, pencinta robot dan penyuka traveling. Untuk novel yang dia posting sudah dia tulis dua tahun yang lalu.
Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa mereka benar-benar dapat memanfaatkan steemit sebagai tempat menyalurkan hobby dan mencari penghasilan. "Mereka dibutuhkan steemit".

Kita harus sadar diri, bahwa perlu belajar banyak disteemit, karena tanpa didukung oleh pengetahuan maka kita akan dimanfaatkan oleh steemit.
"Kita membutuhkan steemit".
Ketika ini terjadi maka kita akan lalai dan lupa, sehingga statement kawan saya tadi benar adanya.
Mari sama-sama kita intropeksi diri sendiri, steemit tetaplah steemit dan tanggung jawab harus diutamakan. Mari kita belajar dan berkarya di steemit secara normal tanpa merasa tidak bahagia tanpa steemit. Berhagialah di steemit apa adanya tanpa mengorban apa-apa sehingga Steemit itu bukan judi bagi kita.
Demikian dari saya, semoga menjadi renungan buat kita bersama.
Salam
Salam dari saya @inoer, saya punya satu pertanyaan yang sudah lama belum terjawab, Sudi kiranya @ muhammadabi menjawab, namun pertanyaan saya ini bukan untuk menyudutkan siapapun tapi untuk kepentingan diri saya pribadi, jika anda tidak bisa atau ragu dalam menjawab mohon bantuannya agar ditanyakan kepada teungku2 atau gure2 di Dayah.
Pertanyaan saya adalah: *APA HUKUMNYA MENURUT AGAMA ISLAM JIKA KITA MENGGUNAKAN VOTE BOT itu sama saja dengan menyogok?
Sekali lagi pertanyaan saya ini bukan untuk menyudutkan orang lain tapi untuk kepentingan saya pribadi,,
Downvoting a post can decrease pending rewards and make it less visible. Common reasons:
Submit
Waduh.. Saya belum bisa menjawab sahabat. Saya kira ini bisa dibuat dalam sebuah post. Sehingga rekan rekan yang memiliki ilmu yang mumpuni bisa menjawabnya. Maaf sekali lagi sahabat. Krn ini nanti menyangkut dengan hukum.
Tks sahabat sudah hadir di blog saya
Downvoting a post can decrease pending rewards and make it less visible. Common reasons:
Submit
Sama2, terima kasih banyak,,sudah banyak saya tanyakan ke teman-teman tapi semua ragu2 untuk menjawab,,😘
Downvoting a post can decrease pending rewards and make it less visible. Common reasons:
Submit
Bek tiga that neukeumirem...
Hana laba rugo takali kali
Downvoting a post can decrease pending rewards and make it less visible. Common reasons:
Submit
Bek tiga that neukeumirem...
Hana laba rugo takali kali
Downvoting a post can decrease pending rewards and make it less visible. Common reasons:
Submit