Antara Kopi, Beureuteh dan Irisan Jeruk.

in indonesia •  7 years ago 

Hidup memang bisa di tamsil dengan bentuk apapun. Hidup pula yang paling bisa kita ceritakan. Sebab hidup cuma sekali. Didunia saat ini begitu bebas. Kehilangan banyak sekat. Ruang dan waktu menjadi lebih efesien. Namun tentu saja semua hal ada negatifnya. Era internet ini memang era merdekanya manusia menentukan arah dirinya. Tergantung apa konsumsinya begitu pula erlihat arahnya. Status media sosial akan menjadi referensi tentang kepribadian atau interaksi sipemilik medsos tersebut.

image

Lihatlah kopi., yang namanya kopi di campur apapun tetap bernama kopi. Campur susu namnya kopi susu. Dicampur coklat dan lain lain tetap ada sebutan kopinya. Bandingkan dengan ubi misalnya yang berubah menjadi terigu setelah jadi tepung. Jadi onggok saat telah diambil patinya. Begitu juga hidup seharusnya. Kapanpun dan dimanapun kita hidup. Kita tidak boleh kehilangan identitas dan marwah. Tidak boleh kehilangan nilai diri karena bersentuhan dengan interaksi sosial kita. Sebagai contoh di Aceh banyak orang tua terutama kelas menengah terpelajar yang tidak lagi menggunakan bahasa ibu saat berkomunikasi dengan anak anaknya. Inikan aneh, mereka terpelajar tentu pola pikirnya dan daya logika nya lebih baik. Mengapa harus malu dengan bahasa asli. Mengapa anak anak harus dijauhkan dengan budaya asli mereka? Apakah supaya nasionalis? Emangnya atau para orang tua kita tidak nasionalis? Supaya modren? Benarkan bahasa ibu tidak modren? Apa logikanya?

image

Jangan seperti beureuteh jagung alias popcorn. Gurih setelah dingin dan di tutup rapat. Begitu terbuka dan terkena udara dalam waktu tertentu akan kenyal alias juwiet, langsung terasa tidak enak. Bahkan kalau dijual menjadi tidak laku lagi. Kita yang seperti beureuteh jagong karena pengaruh dalam interaksi. Kemudian menjadi tak berharga lagi. Misalnya seorang gadis yang setelah merantau kekota pulang dengam pakaian sexy dan rambut berubah warna. Orang mungkin melihatnya telah berhasil menjadi modren. Tapi apakah dia diterima sama katika dulu sebelum begitu? Saya kira nilainya akan rendah. Atau seseorang yang terpapar narkoba. Tentu perilaku dan pola hidupnya akan menjatuh nilainya. Maka jangan jadi beureuteh jagong yg mudah berubah dan khie hanya karena terkena angin modren. Perubahan teknologi harus menjadi alat bagi kita menjadi lebih baik. Lebih kuat. Menjadikan teknologi sebagai penunjang pencapaian hal hal positif

image

Jadilah seiris jeruk nipis yang keberadaan selalu memberi manfaat yang positif. Membuat rasa lebih nikmat. Membantu mempertahankan kebaikan. Filosogi jeruk nipis yang bermanfaat itu harus menjadi semacam impian semua orang. Tidak ada buruk dari kedirannya. Ketika orang mengambil dan memanfaatkannya maka pasti untuk sesuatu yang baik. Begitu juga kita harus menjadi orang yang bermanfaat. Dibutuhkan untuk mempositifkan sesuatu. Minimal mempertahankan hal yang sedah baik. Satu lagi bahwa jeruk nipis tidak menimbulkan efektif negatif setalah kehadirannya dalam benda yang lain. Sebab ada juga hal yang sedikit menyerupai dia. Namun berefek negatif seperti bahan penambah rasa atau pengawet kimiawi yang merusak kesehatan. Maka jadilah manusia yang bermanfaat dan tanpa menimbulkan efek negatif. Semoga!!!!!!!

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Nyan ka kuvote

Kop bereh

Mantap filosofinyaaa !!

Sekedarnya

Berkelas dan renyah. Jeruk nipis sekilo, kopi sikhan.

Geurubak punya barang

Assalamualaikum!
Good Job!

Trimeng gaseh

Tulesan droe neuh na saja. Bak neu bandengkan bereh

Kah guree, lon

Ka sehat neuh Aapa ?

Kraaaak

Saya selalu mengikuti tulisan droen, mencerahkan sekaligus inspiratif, bah pih meujan-jan seungaja lon kheun keudroen, tapi itu tak lebih dari cara saya menggali ilmu...
Salute...